Contoh Tugas “Makalah Buat Lo” | OTOMOTIF

Contoh Makalah

TUGAS MATA PELAJARAN OTOMOTIF

SMK PGRI Kota Mojokerto

Disusun Oleh :

  1. M. Ilham
  2. Rifan Zuly A. Sanwantoro

Kelas :

XI TKR II

SMK PGRI KOTA Mojokerto
JL. Raya Surodinawan No. 55 Mojokerto, Kota Mojokerto 61351

______________________________________________________________________________

KATA PENGANTAR

          Dengan rahmat Allah SWT, alhamdullilah kita semua selalu bisa dalam lindungan-Nya. Sholawat beserta salamnya marilah kita curah limpahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah hasil pembelajaran teknik otomotif, dengan judul “TUGAS MATA PELAJARAN OTOMOTIF“ yang merupakan salah satu syarat untuk mengikuti UTS (Ujian Tengah Semester).

          Dalam pengerjaan makalah ini, Penyusun menyadari bahwa masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu dengan hati yang terbuka, Penyusun mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna kesempurnaan makalah ini.

          Wassalamualaikum Wr. Wb

Mojokerto 29 Maret 2013

Penyusun

______________________________________________________________________________

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I ISI

1.SISTEM PENGISIAN
 1.1 Pengertian Sistem Pengisian…………………………………………………………1
 2.1 Cara Kerja Sistem Pengisian…………………………………………………………2
2. SISTEM KEMUDI
 2.1 Pengertian Sistem Kemudi…………………………………………………………….2
 2.2 Jenis-jenis Sistem Kemudi…………………………………………………………….2
3.SISTEM PENGAPIAN
 3.1 Fungsi Sistem Pengapian………………………………………………………………4
 3.2 Cara Kerja Sistem Pengapian …………………………………………………………4
4. MOTOR STATER
 4.1 Cara Kerja Motor Stater…………………………………………………………………6
 4.2 Pengukuran komponen………………………………………………………………….8

BAB II PENUTUP

______________________________________________________________________________

BAB I
ISI

1. SISTEM PENGISIAN
1.2 Pengertian Sistem Pengisian
Sistem pengisian mempunyai 3 komponen penting yakni Aki, Alternator dan Regulator. Alternator ini berfungsi bersama sama dengan Aki untuk menghasilkan listrik ketika mesin dihidupkan, hasil yang dihasilkan oleh alternator adalah tegangan AC, yang kemudian dikonversi atau diubah menjadi tegangan DC.

2.1 Cara Kerja Sistem Pengisian
Ketika mesin berputar dengan kecepatan putaran semakin tinggi, pada generator atau pembangkit tegangan terbentuk arus listrik bolak balik atau alternating current yang terus meningkat tegangannya seiring putaran mesin, diperlukan regulator untuk membatasi tegangan sesuai yang di perlukan, dengan mengurangi suplay arus listrik ke rotor koil untuk mengurangi gaya medan magnet yang terbentuk. Dengan beban besar, maka alternator akan menghasilkan arus yang besar pula, begitu juga sebaliknya,seperti contoh saat mesin habis di starter, maka pengisian alternator akan besar, dan mengecil secara otomatis setelah arus aki tercukupi. Bisa juga saat kita menyalakan lampu besar, maka kinerja alternator akan otomatis naik.

          Pada dasarnya alternator memiliki beberapa terminal utama diantara nya terminal F, terminal N, terminal E ada juga yang tidak pakai terminal E karena terminal E sama dengan ground, serta terminal B+ dan Ground. Seiring dengan kebutuhan beban dan fitur kendaraan terminal alternator juga di sesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

2. SISTEM KEMUDI
2.1 Pengertian Sistem Kemudi
Fungsi sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda depan.

2.2 Jenis-jenis Sistem Kemudi
1. tipe recirculating ball
Cara kerja : Bila roda kemudi diputar, maka gerakan ini diteruskan ke worm shaft/poros cacing, sehingga Nut (mur) kemudi akan bergerak mendatar kekiri atau kanan. Sementara nut bergerak, sektor shaft juga akan ikut berputar menggerakkan pitman arm yang diteruskan ke roda depan melalui batang-batang kemudi/steering linkage.

1. tipe rak and pinion
Cara kerja : Bila roda kemudi diputar, maka gerakan diteruskan ke roda gigi pinion. Roda gigi pinion selanjutnya akan menggerakkan roda gigi rack searah mendatar. Gerakan rack ini diteruskan ke steering knuckle melalui tie rod sehingga roda membelok.

3.SISTEM PENGAPIAN
3.1 Fungsi Sistem Pengapian
Fungsi sistem pengapian pada kendaraan adalah bertujuan untuk menyediakan percikan api bertegangan tinggi pada busi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar diruang bakar mesin.

3.2 Cara Kerja Sistem Pengapian

1. Ketika stop contact pada posisi on dan pemutus arus atau platina (breaker points) tertutup, maka arus listrik akan mengalir dari batray menuju ke koil yang di dalamnya terdapat kumparan primer, kumparan sekunder, dan teras besi lunak, sehingga terjadi medan magnet.
2. Ketika arus primer diputus karena bagian platina terbuka oleh gerakan berputar dari nok (cam) maka medan magnet akan hilang dan timbul arus induksi pada kumparan sekunder.
3. Poros yang memutar rotor distributor sama dengan poros nok pemutus arus primer sehingga pada saat terjadi pemutusan arus primer maka bersamaan itu pula terjadi hubungan antara rotor distributor dengan salah satu kabel busi sesuai dengan urutan penyalaannya, sehingga menimbulkan loncatan bunga api listrik (spark) pada busi
4. Ketika terjadi spark maka pada setiap gap juga akan terjadi spark, termasuk di platina, untuk itu dipasang kondensor guna menyerap arus induksi, sehingga tidak timbul spark pada platina.

4. MOTOR STATER
4.1 Cara Kerja Motor Stater

1. Kabel positif dipasang pada terminal 30 lalu dipasang pada kunci kontak dan kabel negative dipasang pada body stater.

2. Apabila starter switchch diputar ke posisi ON, maka arus baterai mengalir melalui hold in coil ke massa dan dilain pihak pull in coil, field coil dan ke massa melalui armature. Pada saat in hold dan pull in coil membentuk gaya magnet dengan arah yang sama, dikarenakan arah arus yang mengalir pada kedua kumparan tersebut . Dari kejadian ini kontak plate (plunger) akan bergerak kearah menutup main switchch, sehingga drive lever bergerak menggeser starter clutch kearah posisi berkaitan dengan ring gear. Untuk lebih jelas lagi aliran arusnya adalah sebagai berikut:
Baterai→terminal 50→hold in coil→massa
Baterai→terminal 50→pull in coil→field coil→armature→massa
Oleh karena arus yang mengalir ke field coil pada saat itu , relative kecil maka armature berputar lambat dan memungkinkan perkaitan pinion dengan ring gear menjadi lembut. Pada kendaraan ini kontak plate belum menutup main switchch.

3. Pada saat Pinion Berkaitan Penuh
Bila pinion gear sudah berkaitan penuh dengan ring gear , kontak plate akan mulai
menutup main switchch, lihat gambar diatas, pada saat ini arus akan mengalir
sebagai berikut:
Baterai→terminal 50→hold in coil→massa
Baterai→main switchch→terminal c→field coil→armature→massa
Seperti pada gambar diatas di terminal C ada arus , maka arus dari pull in coil
tidak dapat mengalir, akibatnya kontak plate ditahan oleh kemagnetan hold in coil
saja. Bersama dengan itu arus yang besar akan mengalir dari baterai ke field
coil→armature→massa melalui main switchch. Akibatnya starter dapat menghasilkan
momen puntar yang besar yang digunakan memutarkan ring gear. Jika mesin
sudah mulai hidup, ring gear akan memutarkan armature melalui pinion.Untuk
menghindari kerusakan pada starter akibat hal tersebut maka kopling sarter akan
membebaskan dan melindungi armature dari putaran yang berlebihan.

4.2 Pengukuran Komponen

4.2.1 Mengetes Pengukuran armature
Dengan cara menggunakan AVO meter dengan menggunakan satuan ohm.
– Pertama, kabel negative ditempelkan pada angker (armature) dan kabel positive ditempelkan pada comotator.
– Kedua, putar kabel positive pada comotator secara bergantian.
– Ketiga, lalu lihat pada AVO meter, jika terjadi kebocoran pada armature jarum akan bergerak

4.2.2 Pengukuran Diameter Comotater
Dengan menggunakan jangka sorong.
Diameter standar : 28 mm
Diameter minimum : 27 mm

4.2.3 Pengukuran Gulungan Magnetik Switch
1. Periksa Plunyer
Tekan plunyer dan bebaskan kembali. Plunyer harus kembali ke posisi semula dengan cepat. Jika diperlukan, ganti switch magnet.
2. Lakukan pengujian sirkuit pada pull-in coil
Menggunakan Ohmmeter, periksa kontinyuitas antara termnal 50 dan terminal C.
Jika tidak ada kontinyuitas, ganti switch magnet.

3. Lakukan pengujian sirkuit pada hold-in coil
Menggunakan Ohmmeter, periksa kontinyuitas antara terminal 50 dan bodi switch.
Jika tidak ada kontinyuitas, ganti switch magnet.

4.2.4 Alur Cara Kerja Motor Stater
Alur Cara Kerja Motor Stater

Penjelasan alur kerja motor stater:
Pada saat kontak di On kan maka Pull-in-coil akan menarik kontak untuk menghubungkan terminal “30” dengan terminal ” C” jika arus listrik sampai ke ground. Artinya tidak ada jalur yang terputus antara Pull-in-coil sampai ke ground, tetapi jika arus listrik terputus mungkin disebabkan karbon brush habis ” karbon brush terletak sebelum dan sesudah armature”, pull-in-coil tidak akan bekerja dan motor stater tidak akan berkerja.
Pada kondisi normal setelah Pull-in-coil menarik kontak sekaligus plunger dan shift lever mendorong pinion untuk menghubungkan putaran motor stater dengan roda gila atau flywheel, secara elektrikal berikut arah aliran arus listriknya.

Setelah kontak selenoid atau terminal “30” dan terminal “C” terhubung, pull-in-coil tidak bekerja lagi karena tegangan atau voltase antara terminal “50” dengan terminal “C” hampir sama.
Saat motor stater memutar roda gila, Hold-in-coil memegang peranan utama untuk menahan kontak untuk menghubungkan terminal “30” dan terminal “C” dan menahan gigi pinion yang memutar flywheel atau roda gila, sampai mesin hidup.

______________________________________________________________________________

BAB II
PENUTUP

          Alhamdulillah makalah ini telah selesai, penyusun mengharapkan, semoga makalah ini dapat memberikan nilai UTS yang maksimal.
Penyusun meminta maaf jika masih terdapat kesalahan-kesalahan dalam makalah ini, baik dalam segi penulisannya maupun dalam sistematikanya. Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk masa yang akan datang.

______________________________________________________________________________

DAFTAR PUSTAKA

          Arismunandar,Wiranto,Tsuda,Koichi.1997.Motor Starter Putaran Tinggi.Jakarta : PT Pradnya Pratama.
Boetarta,2000.Mengatasi Mesin Kerusaan Diesel.Jakarta: Puspa Swara
Daryanto ,1994 .Teknik Servis Mobil.Jakarta:Pt Reneka Cipta.

Iklan

Cara Mudah Merawat Kuda Bebek Jupiter MX

Jupiter MX adalah salah satu produk canggih sepeda motor tipe Sport pertama yg di luncurkan oleh Yamaha yg sudah di lengkapi dg sistem pendingin mesin ato biasa disebut juga dg nama Radiator .Dg demikian ,maka perlu perawatan khusus terhadap Jupie (nama lain dari Jupiter MX) yg satu ini .Pada kesempatan kali ini ,saya akan menjabarkan serba-serbi tentang Jupiter MX keluaran tahun 2006 .Sebelum melakukan perawatan rutin dan identifikasi kerusakan pada Jupie MX kali ini ,seabiknya kita perlu mengetahui spesifikasi dari Jupiter MX kali ini .Berikut ini adalah spesifikasinya :

MESIN

Tipe Mesin                    :4 Langkah ,SOHC ,4 Klep (Berpendingin Cairan)
Diameter x Langkah       : 54.0 x 58.7 mm
Volume Silinder             : 135 CC
Perbandingan Kompresi : 10.9 : 1
Power Max                   : 8 ,45kW (11 ,33HP) pada 8500 rpm
Torsi Max                     : 11 ,65N.m (1 ,165 kgf.m) pada 5500 rpm
Sistem pelumasan        : Pelumasan Basah
Kapasitas Oli Mesin      : Penggantian Berkala 800cc
Penggantian Total 1000cc
Kap .Air Pendingin        : Radiator dan Mesin 620cc
Tangki Recovery 280cc ,Total 900cc
Karburator                    : Mikuni VM 22 x 1 ,Setelan Pilot Screw 1-5/8 putaran keluar
Put Langsam mesin      : 1.400 rpm
Saringan Udara Mesin   : Tipe Kering
Sistem Starter              : Motor Starter dan Starter Engkol
Tipe Transmisi              : Tipe ROTARY 4 Kecepatan ,dg kopling manual

CHASIS
Tipe Rangka                 : Diamond Frame
Suspensi Depan           : Telescopic Fork
Suspensi Belakang       : Tunggal / Monocross
Rem Depan                  : Cakram Tunggal 220 mm
Rem Belakang              : Tromol dg Bahan “Non Asbestos”
Ban Depan                   : 70/90 – 17 dg Velg Racing
Ban Belakang               : 80/90 – 17 dg Velg Racing
Ukuran Rantai               : 428

KELISTRIKAN
Lampu Depan               : 12 Volt ,32 W / 32 W
Lampu Sein Depan       : 12 Volt ,10 W x 2 buah
Lampu Sein Belakang   : 12 Volt ,10 W x 2 buah
Lampu Rem                 : 12 Volt ,5 W / 21 W x 1 buah
Battery                        : GM5Z – 3B / YB 5L-B 12 Volt 5 ,0 Ah
Busi / Spark Plug         : NGK CPR 8 EA-9 / DENSO U 24 EPR-9
Sistem Pengapian        : DC CDI
Sekring                        : 10 Ampere

DIMENSI
P x L x T                     : 1.945 mm x 705 mm x 1.065 mm
Tinggi Tempat Duduk    : 770 mm
Jarak Sumbu Roda       : 1.245 mm
Jarak Terendah ke Tanah : 140 mm
Kap. Tangki Bahan Bakar : 4 Liter
Berat Isi : 109 kg
Berat Kosong : 104 kg

PERAWATAN

1. Oli Mesin 
     Penggantian oli max 4000 km sesuai standart pada motor Yamaha yg sudah dibekali dg oli standardnya yaitu YAMALUBE .dg begitu kita nggak perlu susah2 untuk mencari oli yg cocok untuk dipakai pada motor Yamaha kita sendiri .Dalam pemakaian oli ,sebaiknya kita jangan pernah mengganti2 jenis oli yg ingin dipakai .Setiap jenis atopun merk oli yg dikeluarkan oleh pabrikan itu pastinya memiliki SAE kekentalan oli yg berbeda2 .Pemakaian oli yg berganti2 jenis atopun merk secara terus menerus dapat menyebabkan keausan dan bunyi kasar terhadap mesin sebelom masa garansi habis .
Cara untuk mengganti olinya pun sangatlah mudah .cekidot :

  • buka terlebih dahulu tutup oli yg atas
  • buka tutup oli bagian baeah mesin dan tampung oli yg sebelumnya sudah ada dalam kalter mesin
  • semprot dari lubang atas mesin dg menggunakan kompreso angin sekitar sekitar 5 detik dan jangan terlalu lama .Karena akan mengakibatkan kondisi dalam mesin menjadi kering ,kemudian semprot tutup oli bagian bawah beserta filternya dan pasangkan lagi pada tempat semula .Letak Filter jangan sampai terbalik .
  • masukkan oli baru yg sudah disediakan dg ketentuan 800 ml .
  • pasangkan kembali tutup bagian atas .
  • engkol berulang kali kemudian nyalakan mesin untuk pemanasan agar oli naik .jangan di gas tinggi .

2. Karburator
     Pada MX karburator berbeda dg motor bebek lainnya .Di dalamnya sudah menggunakan Sensor Switch yg dihubungkan ke CDI guna membaca takaran udara yg masuk dalam hitungan 40 map .Tapi hiraukan saja ,toh nggak di pasang juga gak papa .Efeknya pun dikit bangeet ..hanya mengurangi performa dari kecepatan CDI dalam memajukan sinyal untuk api busi dalam setiap tarikan gas .
Cara membarsihkannya cukup mudah ,bongkar lalu semprot dan pasangkan lagi seperti semula .Penyetelan udara masuk sesuai standardnya adalah 2 kali putaran setelah dikencangkan kemudian atur setelan gasnya sesuai selera anda .

3. Busi
    Busi yg sudah mati tidak dapat di perbaiki lagi alias harus diganti .Apabila percikan api dari busi sudah tidak lagi berwarna biru sebaiknya ganti saja sebelum mati mendadak di jalan dan merepotkan anda .Pengecekkan busi dilakukan sebaiknya pada ketentuan +_ 10000 km .  

4. Tekanan Angin Pada Ban
    Tekanan angin pada ban Jupie yg satu ini sebaiknya jangan terlalu kencang karna dapat membuat bodi plastik mengeluarkan bunyi yg agak berisik akibat hentakan dijalanan .Dg ketentuan 3,5 msi untuk depan dan 4 msi untuk belakang .

5. Pengaturan Rantai
    Setel rantai jangan terlalu kencang dan kendor dg ukuran 2 cm kebebasan jarak gerak rantai ke atas dan ke bawah .Pengecekan dilakukan 2 minggu sekali .Gunakanlah Chainlube untuk melumasinya jangan menggunakan oli bekas karena dapat menyebabkan rantai cepat molor .

6. Kampas Rem 
   Lakukan pembersihan setiap kali anda mencuci motor anda dg menggunakan sikat ,apabila sudah terasa tidak bisa untuk melakukan pengereman maka sebaiknya periksa dan ganti apabila kanvas rem sudah mulai menipis .Biasanya penggantian kanvas rem dalam jangka waktu 3 bulan sekali untuk belakang dan 4 bulan sekali untuk depan dan itu semua tidak bisa dipastikan karena semuanya kembali lagi kepada kecenderungan si pengguna tsb :-p

 

”kumpulan
Desember 2018
S S R K J S M
« Mar    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d blogger menyukai ini: